Posted by : Unknown
Jumat, 27 Maret 2015
CETAK SABLON
Salah satu teknik cetak yang sangat sederhana, tanpa
memerlukan investasi yang tinggi. Teknik ini banyak diterapkan dalam berbagai
sektor kehidupan manusia. Walaupun dalam realisasinya bahwa teknik cetak sablon
hanyabagian dari wirausaha perumahan (home industry), tetapi teknik ini masih
sangat signifikan untuk terus dapat dikembangkan. Tidak menutup kemungkinan
dengan adanya perkembangan teknologi dalam industri, teknik cetak sablon saat
ini telah dikembangkan dengan menggunakan komputer dalam hal pembentukan
gambarnya pada screen (computer to screen/CtS). Disisi lain bahwa proses cetak
sablon juga sudah merambah ke berbagai industri seperti : industri keramik,
elektronik, packaging, tekstil, garmen, dan industri umum.Hal ini sangat
terasa, karena seluruh sentra-sentra kehidupan masyarakat hampir tidak lepas
dari adanya pemanfaatan teknik cetak ini.Teknik sablon adalah salah satu bagian
dari ilmu grafika terapan yang bersifat praktis. Teknik sablon dilakukan untuk
mencetak berbagai media iklan visual seperti, kertas, kain, plat dan media yang
lain yang tidak mengandung air. Cetak sablon digunakan untuk melakukan
reproduksi desain, seperti kartu nama, kartu undangan, T’shirt, stiker dan
lain-lain. dengan kuantitas
lebih dari satu untuk menghasilkan hasil yang serupa.
A.SEJARAH CETAK SABLON
Cetak sablon atau cetak saring ini telah lama dikenal dan digunakan oleh bangsa
Jepang sejak Tahun 1664. Ketika itu dikembangkan oleh Miyasaki dan
Zisukeo Mirose dalam mencetak beraneka motif Kimono. Penggunaan teknik
sablon dalam Kimono ini dilatar belakangi oleh kebijakan Kaisar Jepang yang
melarang penggunaan kimono bermotif tulis tangan. Pasalnya Kaisar Jepang sangat
prihatin dengan tingginya harga kimono yang bermotif tulis tangan yang beredar
di pasaran. Hingga mulai saat itu kimono yang menggunakan motif dari cetak
sablon mulai banyak digunakan oleh masyarakat Jepang. Akan tetapi cetak sablon
pada saat itu belum berkembang dengan baik karena pengunaan kain kasa atau Screen
belum di kenal. Pada saat itu penyablonan masih menggunakan teknik pencapan
atau menggunakan model cetakan yang sering disebut dengan mal.
Pada tahun
1907, seorang pria berkebangsaan Inggris bernama Samuel Simon,
mengembangkan teknik sablon menggunakan chiffon sebagai pola cetakan. Chiffon
merupakan bahan rajut yang terbuat dari benang sutra halus. Bahan rajut inilah
sebagai cikal bakal kain kasa yang di kenal sekarang ini. Menyablon dengan cara
ini adalah tinta yang akan dicetak akan dialirkan melaui kain kasa atau kain
saring, sehingga gambar yang akan tercetak akan mengikuti pola gambar yang ada
pada kain saring tersebut. Inilah sebabnya sehingga menyablon dengan teknik
tersebut di sebut dengan silk screen printingyang berarti
mencetak dengan kain saring sutra.
Istilah
teknik cetak saring ini tidak begitu dikenal di Indonesia. Istilah yang lebih
populer yang dipakai di Indonesia adalah cetak sablon yang berasal dari bahasa
Belanda, yakni Schablon. Kata ini berakulturasi sehingga
menjadi bahasa serapan dan bermetamorfosis menjadi sablon. Dalam kamus besar
bahasa Indonesia, kata sablon didefinisiskan sebagai pola berdesain yang dapat
dilukis berdasarkan contoh.
B. Bahan Pracetak
Digunakan untuk keperluan sablon adalah zat kimia yang di gunakan untuk pembuatan film. Adapun bahannya sebagai berikut
Digunakan untuk keperluan sablon adalah zat kimia yang di gunakan untuk pembuatan film. Adapun bahannya sebagai berikut
- Larutan afdruk merupakan cairan emulsi dan sintizer(bahan peka cahaya) perbandingan campuran kedua bahan ini adalah 9 : 1 . contoh beberapa produk bahan afdruk yang berada di pasaran antara lain Ulano, Photosol, Autosol, Cromalin dan Uno
- Krim deterjen ini digunakan sebagai bahan peluruh sisa-sisa cat dan tinta yang masih tertinggal pada screen
- Kaporit atau bahan pemutih di gunakan untuk menghapus lapisan afdruk setelah scren rampung di gunakan.
- Secren laquercairan ini digunakan untuk mengkoreksi hasil afdruk film pada secren. Jika ada bagian yang bocor digunakan cairan ini untuk menambal.
- Perekat sintetik seperti lakban di gunakan utuk menutup daerah non image area. Yang bocor pada screen
C. Bahan Cetak
Bahan cetak yang dimaksud disini adalah tinta sablon dan pengencer. Tinta sablon digunakan sebagai materi pokok pembentuk gambar pada sasaran atau media yang akan disablon. Pengencer digunakan untuk pencampur tinta agar kekentalan dapat disesuaikan. Adapun jenis tintanya sebagai berikut:
Bahan cetak yang dimaksud disini adalah tinta sablon dan pengencer. Tinta sablon digunakan sebagai materi pokok pembentuk gambar pada sasaran atau media yang akan disablon. Pengencer digunakan untuk pencampur tinta agar kekentalan dapat disesuaikan. Adapun jenis tintanya sebagai berikut:
a. Jenis
Tinta Berdasarkan Pengecer
·
Tinta yang
berbasiskan air disebut dengan tinta Water Base, artinya jika mencetak dengan
tinta ini di encerkan atau dicampur dengan air. Sedangkan dengan tinta yang
berbasis minyak disebut Tinta Solvant Base, yaitu tinta yang memakai minyak
sebagai pengencernya.
b. Jenis
Tinta Berdasarkan Aplikasinya
·
Jenis tinta
berdasarkan ke gunaannya dapat dibagi menjadi dua yakni tinta tekstil
dan non tekstil. Untuk tinta tekstil ini kembali dibagi menjadi
beberapa bagian yakni tinta timbul dan tidak timbul, jika tinta timbul di
gunakan pada hasil cetakannya akan terasa menonjol sedangkan untuk tinta tidak
timbul akan terasa rata jika diraba. Sedangkan tinta non tekstil ada beberapa
jenis seperti tinta kertas, tinta untuk plastik, tinta kulit, tinta kaca, tinta
logam dan tinta kayu. Macam macam tinta non tekstil memiliki sifat yang berbeda
sesuai fungsi benda yang menjadi media cetak sablon.
